Selasa, 01 November 2016

092-093 Al Maidah Gugurnya Dosa Orang Beriman Sebelum Ayat Khamer Turun

Tafsir Al quran ayat 092-093 Al Maidah Gugurnya Dosa Orang Beriman Sebelum Ayat Khamer Turun

 

 Materi Blog : Ampunan untuk Mukmin yang meninggal sebelum larangan minum arak turun.

Tetapi setelah mereka dengan taat dan setia menerima perintah menghentikan minum arak dan berjudi yang diturunkan sangat keras itu, ada di kalangan mereka yang teringat kembali kepada kawan-kawan yang meninggal lebih dahulu di dalam peperangan Badar dan Uhud dan yang lain. Mereka telah menjadi Syahid menegakkan Agama, padahal merekapun tukang mabuk di kala hidupnya, sebagai Hamzah bin Abdul Muthalib yang gagah perkasa itu. Hal ini musykil bagi mereka, sehingga mereka tanyakan kepada Rasulullah, bagaimana kawan-kawan yang telah mati? Dan bagaimana kawan-kawan di tempat lain, yang bagi mereka minum arak adalah pakaian tiap hari, sedang perintah belum sampai segera kepada mereka? Untuk menghilangkan musykil itu datanglah sambungan ayat:

"Tidaklah ada salahnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih." (pangkal ayat 93). Baik mereka yang telah meninggal terlebih dahulu, atau yang tidak hadir pada masa ayat larangan diturunkan, ataupun mereka yang hadir sendiri: "Pada apa-apa yang mereka makan" baik memakan hasil perjudian atau meminum arak dan tuak, tidaklah mereka disalahkan oleh Allah karena perbuatan-perbuatan mereka sebelum larangan ini turun. "Asalkan mereka bertakwa." yaitu mereka takwa kepada Allah dan mereka pelihara baik-baik segala ketentuanllah mengenai perintah dan larangan yang diturunkan Allah sebelum larangan arak yang penghabisan itu.

Misalnya di Makkah lagi sudah dilarang memakan bangkai, minum darah, makan daging babi. Sejak di Makkah sudah dilarang mubazir membuang-buang harta. Maka segala ketentuan Allah ini telah mereka kerjakan dengan penuh takwa: "Dan beriman" kepada sekalian perintah yang diturunkan Allah di waktu itu "dan beramal yang shalih-shalih." artinya mereka jaga dan pelihara diri daripada segala yang haram yang diterangkan kemudian. "Kemudian itu merekapun bertakwa dan beriman," yaitu bertambah-tambah iman mereka. Sebab sebagaimana sudah dimaklumi, iman seseorang bisa bertambah-tambah tinggi derajatnya karena teguh latihan takwanya. "Kemudian itu merekapun bertakwa," menambah meningkat lagi ketakwaan mereka, mereka menjauhi yang syubhat, yang meragukan. Sebab yang syubhat itu adalah mendekatkan diri kepada yang haram. "Dan selalu memperbaik," yaitu berbuat Ihsan, mempertinggi mutu Iman. Takwa dan amal shalih tiap-tiap waktu, sehingga kian lama kian sempurna dan matang. "Dan Allah adalah suka kepada orang-orang yang berbuat kebaikan." (ujung ayat 93).

Dengan tutupan ayat ini hilanglah keraguan tentang keterlanjuran selama ini. Kesalahan teman-teman yang telah dahulu mati, atau kesalahan mereka yang masih hidup, karena dahulu peminum sudahlah dimaafkan oleh Allah. Karena pada waktu itu mereka belum diberitahu bahaya minuman itu. Sedang dalam perjuangan hidup, mereka semuanya adalah orang-orang yang siang malam mempertinggi Iman, amal dan takwa dan selalu memperbaiki sebagaimana yang terdapat pada kehidupan Hamzah di kala hidupnya, atau Umar atau Sa'ad dan lain-lain. Dan kepatuhan mereka, sehingga berhenti minum sama sekali setelah ayat terakhir turun, tidaklah akan terjadi, kalau di dalam batin mereka belum ada latihan iman, takwa, amal dan ihsan yang disebutkan itu.

0 komentar: