Jumat, 27 Mei 2016

Mukamadinah Juz 7

Muqaddimah Juzu' 7




Diantara begitu banyak surat-surat di dalam alquran yang berjumlah sampai 114 surat. Ada yang diturunkan di Makkah dan ada yang diturunkan di Madinah. Maka surat al-An'am ini mengandung riwayat yang istimewa. Ath-Thabrani meriwayatkan yang diterima dari sanad riwayat itu dari Ibnu Abbas. Bahwasanya surat sepanjang ini mengandung 165 ayat adalah satu-satunya surat yang sekaligus diturunkan pada satu malam di negeri Makkah, ditambah kan lagi dalam riwayat ath-Thabrani itu bahwasanya 70.000 malaikat turun mengiringkan ketika ayat-ayat yang 165 itu turun, yang semuanya mengucapkan tasbih kepada Allah.

Asma bin Yazid menguraikan pula, menjelaskan bahwa surat yang satu ini turun sekaligus. Ketika itu Nabi s.a.w sedang mengendarai seekor unta. Maka ketika ayat turun, unta itu tidak dapat mengangkat kakinya karena terlalu berat, sehingga tulang-tulang unta itu rasakan hendak patah karena beratnya.

Di dalam sebuah Hadis yang shahih dirawikan oleh Muslim, Nabi s.a.w pernah bersabda berkenaan dengan keistimewaan turunnya surat ini. Nabi bersabda

“Malaikat-malaikat telah mengawal turunnya surat ini demikian banyaknya sehingga memenuhi ufuk.”

Dirawikan pula dalam Hadis yang lain oleh ath-Thabrani bahwa Nabi s.a.w bersabda.

“Telah diturunkan surat al-An'am dikawal oleh segolongan besar malaikat, sampai memenuhi segala penjuru dan semuanya mengucapkan tasbih, dan bumipun jadi goncang.” Ketika itu Rasulullah s.a.w membaca

“Amat sucilah Allah yang Maha Agung. Maha sucilah Allah yang Maha Agung.”

Dan lagi beberapa hadis yang lain, yang sama maksudnya, menerangkan bahwa 165 ayat daripada surat Al-An'am ini turun sekaligus. Diiringkan oleh malaikat-malaikat 70000 banyaknya. Artinya banyak sekali malaikat yang mengiringkan dan malam turunnya Surat ini hebat sekali, seakan-akan bergoncang dan tasbih malaikat mengaum memenuhi ruang angkasa.

Diambil kesan daripada segala riwayat ini, yang satunya menguatkan yang lain, sehingga ahli-ahli tafsir selalu tidak ketinggalan membawakan riwayat surat ini. Sebab surat al-An'am ini adalah surat keenam surat al-A'raf surat ketujuh. Dimulai menghitung dari al-Fatihah. Meskipun surat al-Fatihah terhitung surat pendek hanya mengandung tujuh ayat, namun sampai surat al-A'raf telah dimasukkan ke dalam surat tujuh yang panjang. Malahan ada ahli-ahli tafsir dan penyelidik sejarah turunnya surat-surat berpendapat bahwa surat al-Anfal dengan surat at-Taubah (Bara-ah) pada asalnya ialah satu surat juga lalu dipisahkan jadi dua. Dengan tidak membacakan dan tidak menuliskan Bismillah pada awal Surat Bara-ah (at-Taubah) itu.

Maka Surat al-An'am ini termasuklah dalam surat yang panjang-panjang itu. Apakah sebabnya surat al-An'am ini diturunkan sekaligus, diiringkan oleh 70.000 malaikat, turun pada satu malam. Dan bumi seakan-akan tergoncang, unta yang membawa Nabi pun tidak sanggup melangkahkan kakinya karena beratnya tekanan ayat seketika ia turun.

Hal ini dapatlah kita fahamkan apabila kita renungkan isi dan intisari daripada ayat-ayat yang tersusun dalam surat al-An'am ini. Keutamaan isinya ialah karena ia mengandung intisari sejati dari Risalah, dari kerasulan Nabi Muhammad s.a.w itu. ia adalah mengandung akidah, pokok utama kepercayaan Tauhid seorang Muslim. Surat-surat yang sebelumnya yang panjang-panjang sejak al-Baqarah sampai kepada al-Maidah telah menerangkan berbagai hukum sebagai peraturan mengenai masyarakat Islam secara terperinci, sampai memperkatakan peraturan bermasyarakat, mengatur nikah-kawin, talak dan rujuk, membagi-bagikan pusaka (faraidh) orang yang telah wafat, mengatur siapa saja yang boleh dikawini dan bagaimana pula peraturan mengerjakan haji, sampai kepada peraturan berjual beli, tulis menulis soal hutang piutang, maka pada surat al-An'am. Allah kembali menerangkan tentang Akidah, pegangan hidup sejati bagi seorang Muslim. Kepercayaan kepada keesaan Allah dan Kepercayaan urutan daripadanya, percaya kepada Malaikat , kepada kitab-kitab, kepada Rasul, Kepada hari kiamat dan kepada perhitungan takdir yang harus dihadapi di dalam hidup ini. Kemanapun seorang Muslim menghadapkan wajahnya. Maka dapatlah mengapa surat yang satu ini diturunkan sekaligus. Surat ini yang diturunkan di Makkah yaitu sebelum hijrah ke Madinah adalah menuruti pepatah Melayu yang terkenal. Hidup yang akan dipakai, mati yang akan ditumpang, bagi sekalian muslim yang telah menyediakan dirinya menjadi pengikut Rasul.

Oleh sebab itu selama hidup dan berjuang di Makkah 13 tahun lamanya, sebelum hijrah ke Madinah akidah inilah yang terlebih dahulu dimatangkan, diresapkan, dalam jiwa setiap yang telah mengaku beriman kepada Allah. Bertambah teguh orang memegang akidahnya, bertambah ringanlah segala yang berat, bertambah mudahlah segala yang sukar dan bertambah dekat segala sesuatu yang jauh.

Oleh sebab itu setelah berturut-turut di dalam Surat Al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa' dan al-Maidah manusia diberi ingat tentang peraturan yang harus dijalankan, syariat yang harus ditempuh. Maka dalam surat al-An'am manusia kembali dimantapkan akidahnya dalam 165 ayat, sehingga umat itu sanggup menghadapi segala kemungkinan yang akan dihadapi.

Oleh karena itu jika kita membaca surat al-An'am yang harus kita lakukan ialah kesediaan jiwa menghadapi segala segi dari kehidupan, ketaatan kepada Allah dan jiwa yang tidak boleh terbelah lagi, memberi nilai di hidup yang fana di dunia ini agar mencapai baqa di akhirat kelak.

Inilah rahasia yang terkandung di dalam surat al-An'am, yang kami mengharap moga-moga tiap-tiap ayatnya membuka jalan baru, jalan lurus dan kehidupan yang tidak mengenal ragu dan bimbang, untuk menuju kebahagiaan melalui Siratal Mustaqim, atau Jalan Yang Lurus.

0 komentar: